Bizhare Headquarter

Jl. Raden Saleh Raya No.46A, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, 10330

Tel: 0858-4399-3522/ 0858-1186-3320

info@bizhare.id

  • Facebook Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
Gabung menjadi  Priority Investor dan dapatkan informasi bisnis-bisnis pilihan yang siap anda invest, serta Networking bersama Entrepreneur dan Investor lainnya, GRATIS!

© 2017 Bizhare.id Copyright All Right Reserved

Bagaimana Cara Membuat bisnis menjadi Mesin Uang Otomatis untuk Anda, Semakin Sukses dari Hari ke hari, Tanpa anda Harus Terlibat Sekalipun

October 27, 2017

Coba anda ingat-ingat, apakah anda pernah dengar, bisnis orang diluar sana, entah itu kenalan anda, teman anda, keluarga/ saudara anda, yang cukup sukses, namun anda dengar bahwa mereka tetap harus bekerja keras setiap hari, demi menjalankan bisnisnya tersebut.

 

Lalu coba anda lihat, ada beberapa bisnis lainnya, yang bahkan anda tidak tahu siapa pemiliknya. Biasanya, perusahan tersebut sudah stabil dan bahkan sang pemilik bisa santai-santai, jalan-jalan dan tetap perusahaanya bisa berkembang dengan pesat dengan sendirinya. Wah enak banget kan?

 

Ya, dalam benak anda yang paling dalam, ada rasa ingin tahu yang mulai anda rasakan, tentang mengapa bisa ada perbedaan antara kedua contoh jenis bisnis diatas. Semakin anda baca tulisan ini, anda semakin penasaran tentang bagaimana hal itu bisa terjadi. Saya tidak tahu apakah anda sudah pernah mendengar hal ini atau belum, namun yang pasti, anda tahu lebih memilih untuk membuat bisnis anda otomatis, tanpa harus anda jaga setiap saat, betul?

 

Nah, tenang saja, setelah anda baca tulisan ini sampai selesai, anda akan tahu tentang apa yang bisa anda lakukan untuk membuat bisnis anda menjadi mesin penghasil uang otomatis buat anda. Strategi ini merupakan rahasia, bagaimana perusahan-perusahaan besar di dunia, bisa memperbesar skala bisnisnya dengan ratusan bahkan ribuan orang karyawan sekalipun.

 

Sebelum kita bahas tentang strategi tersebut, saya penasaran, apakah anda sudah tahu perbedaan dari kedua contoh jenis bisnis yang anda baca diatas? Sebenarnya memang kedua bisnis diatas memiliki perbedaan yang jelas yaitu di kuadran bisnis tempat bisnis tersebut beroperasi.

 

Cashflow Quadrant yang menjelaskan perbedaan sumber pemasukan anda

 

Tahukah anda, Robert T. Kiyosaki, seorang investor kelas dunia, yang terkenal dengan bukunya “Rich Dad, Poor Dad”, menjelaskan fenomena ini berdasarkan sumber uang yang masuk ke kantong kita?

Keempat kuadaran itu adalah Employee, Self Employee, Business Owner dan Investor.Namun pada pembahasan kali ini, kita tidak akan membahas keempat kuadran tersebut, namun secara khusus akan membahas perbedaan antara Self Employee dan Business owner.

 

Self Employee, memang sepertinya terlihat mereka sudah memiliki bisnis, namun jika anda perhatikan, sebenarnya mereka hanya merubah, dari bekerja kepada orang lain, menjadi bekerja untuk diri mereka sendiri dengan gaji yang lebih besar (sesuai namanya). Bahkan, sadar atau tidak sadar, terkadang mereka harus bekerja lebih keras untuk bisa menghasilkan uang. Orang yang masuk ke dalam kuadran ini bisa jadi merupakan profesi khusus seperti dokter, arsitek, pengacara yang berpendidikan tinggi, namun menjalankan praktek kerja mereka dengan menukarkannya dengan waktu mereka. Coba bayangkan, kita semua hanya mempunyai waktu 24 jam sehari, jika mereka ingin mendapatkan penghasilan lebih, tentu harus bekerja dengan jam kerja yang lebih banyak. Tentu itu tidak mungkin dilakukan, jika mereka tetap harus mengandalkan diri mereka sendiri.

 

Demikian juga dengan bisnis pedagang, sebut saja bisnis bengkel dan toko bangunan konvensional, bisnis tersebut berpenghasilan sangat besar, bisa puluhan sampai ratusan juta tiap bulannya. Namun, biasanya di Indonesia, bisnis-bisnis tersebut adalah perusahaan keluarga turun temurun dan hanya dikerjakan oleh sang pemilik usaha tersebut. Terkadang yang membuat orang diluar sana tidak bisa untuk membuat bisnis yang berjalan secara otomatis karena mereka merasa semuanya harus berada di bawahnya dan harus mengelola sendiri. Mindset “Tidak ada yang bisa lebih baik mengelola perusahaan ini dibandingkan saya” adalah hal yang kurang baik.

 

Jika anda sudah memiliki mindset yang tepat, bahwa bisnis itu adalah alat dan melepaskan ikatan emosi/ ego untuk memperbesar bisnis menjadi mesin uang anda. Sekarang tinggal, Bagaimana caranya supaya bisnis jenis apapun, bisa untuk berjalan seperti otomatis tanpa anda harus terlibat dalam pengelolaaanya sekalipun. Salah satu cara mudahnya yaitu dengan membeli sebuah sistem yang sudah berjalan otomatis, yaitu Biisnis Franchise. Jika anda berminat untuk pelajari lebih jauh, anda bisa Download E-booknya gratis disini. Strategi membuat bisnis berjalan otomatis juga dijelaskan juga oleh Anthony Robbins, pelatih sukses no 1 di dunia. Ia menamakannya sebagai Business Exit Strategy.Penasaran kan apa saja langkah-langkahnya? Berikut penjelasannya

 

1. Rekrut Super star dan Bentuklah Super Team Anda

Dalam menjalankan sebuah bisnis yang ingin berjalan dengan atau tanpa anda harus terlibat, adalah satu kuncinya adalah dengan merekrut orang yang terbaik di bidang bisnis yang anda jalani atau bekerja sama dengan yang terbaik. Cara mengetahuinya adalah melihat dari pengalaman mereka sebelumnya, bisnis apa yang mereka jalani sebelumnya. Berikanlan mereka kewenangan yang cukup dan kemampuan untuk mengambil keputusan strategis serta memunculkan inovasi untuk kemajuan perusahaan. Jangan membatasi mereka, supaya mereka juga bisa memberikan kemampuan terbaik mereka dalam bekerja.

 

Hal ini juga tidak selalu harus menyangkut pimpinannya.Bila karyawan baru yang anda mau rekrut dan belum diketahui rekam jejaknya, anda bisa menggunakan sistem perekrutan dengan DISC atau MBTI yang menggambarkan karakter mereka. Hal ini dibutuhkan karena selain skill dan pengalamanan, superstar ini harus memiliki karakter yang baik dan mindset yang sama untuk bisa sukses membangun sebuah perusahaan. Jangan sampai anda memilih tim hanya karena skill dan pengalamannya yang tinggi, tapi attitudenya kurang baik, justru itulah yang membahayakan dalam perjalanan bisnis anda.

 

2. Buat Korporasi dan Sistem untuk Bisnis anda (bisa PT atau CV kalau di Indonesia)

 

Langkah nomor 2 ini juga sama pentingnya, ketika anda membuat sebuah bisnis dan merancangkan business exit strategy, anda harus membuatnya secara legal dengan bentuk korporasi, jika di Indonesia, bisa berupa PT atau CV. Namun untuk perusahaan yang cukup bersar dan jangka panjang, lebih baik menggunakan PT, supaya ada pemisahan antara harta pribadi dengan harta perusahaan. Selain itu ada beberapa strategi untuk pengurangan pajak dan sistem sahamnya, namun itu bisa kita bahas di lain kesempatan.

 

Selain itu, anda juga harus membuat akun bank atas nama anda sendiri, atau minimal atas nama PT yang dimana sahamnya sebagian besar didominasi oleh anda. Misalkan 51% untuk anda dan 49% untuk manager yang anda tunjuk untuk mengelola perusahaan tersebut. Jumlah saham tersebut sebenarnya fleksibel, namun alangkah lebih baik bila saham mayoritas tetap dikuasai oleh anda, sehingga pengambilan keputusan dan kompensasinya sudah jelas di awal dan tidak terjadi perbedaan pendapat serta perselisihan di masa depan.

 

Dalam sistem pembagian keuntungannya, anda juga harus menyisihkan 10% untuk diri anda sendiri dan 15% untuk biaya operasional perusahaan. Untuk keuntungan sisanya baru dibagi berdasarkan kepemilikan saham. Dengan begitu, sudah ada pembagian dan sistem budgeting yang jelas dalam perusahaan. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, bisa dilakukan juga dengan efisiensi dari biaya managemen operasional harian perusahaan. Dengan demikian memacu para manager dan pelaksana perusahaan untuk menghemat biaya yang dikeluarkan perusahaan.

 

Sistem bisnis ni juga bukan hanya persoalan legal, tapi perlu untuk dibuat sebuah sistem Standart Operasional Procedure yang baku, sehingga dapat diikuti oleh setiap

 

 

3. Didik dan Latih karyawan anda supaya terus meningkatkan diri dan berkontribusi besar terhadap perusahaan

 

Hal ini sangat penting karena kemajuan perusahaan tergantung dari bagaimana kemampuan orang yang menjalankannya. Memang, mau tidak mau kita harus bantu mereka dan mendidik mereka dengan baik pada awalnya. Sisihkan budget operasional perusahaan untuk pendidikan. Di luar sana ada berbagai jenis pelatihan seperti keuangan, marketing dan sales, bisnis, branding, digital marketing hingga motivasi. Anda bisa meminta tim anda untuk membuat jadwal pelatihan yang rutin kepada karyawan anda, supaya selalu bisa update terhadap perkembangan dan memberikan hasil yang lebih baik untuk perusahaan. Setelah mereka mengikuti pelatihan tersebut, bisa kita buat sesi sharing bersama tentang apa yang mereka dapatkan, karena walaupun berbeda

 

Disamping workshop dan seminar yang ada di luar, penting juga untuk membuat budaya dan kebiasaan di perusahaan. Suatu hal yang penting ini, biasanya yang membuat perbedaan antara perusahaan anda dengan perusahan yang lain. Budaya perusahaan ini tercermin melalui cara pengambilan keputusan, termasuk hingga kegiatan sehari-hari dalam perusahaan. Google misalnya, membuat budaya kerja yang ingin memacu kreatifvitas dan inovasi. Itulah sebabnya, di kantor google dibuat seakan-akan menjadi rumah sendiriSistem kerjanya juga fleksibel dan tidak mengharuskan karyawannya untuk selalu duduk diatas meja. Dengan kenyamanan maksimal yang diharpkan, selain karyawan bisa memiliki kinerja yang baik, juga memberikan rasa kepemilikan yang tinggi kepada komunitas di perusahaan, yang bisa membuat seorang karyawan bisa berjuang untuk perusahaan dengan sendirinya serta meningkatkan loyalitasnya.

 

4. Berikan kompensasi yang setimpal dengan pekerjaan mereka

 

Bagi beberapa pebisnis di luar sana, karyawan hanya dianggap sebagai pekerja yang digaji. Padahal karyawan adalah aset terbesar yang anda miliki. Mereka harus anda rangkul dan jadikan keluarga anda dimana bisa berjuang bersama-sama untuk kemajuan bisnis anda, sehingga ketika tidak ada anda pun, orang kepercayaan anda yang memimpin perusahaan tersebut bisa mengambil keputusan terbaik pada saat itu yang bisa buat anda lebih tenang, tanpa harus takut ia memberikan hasil yang kurang bagus. Untuk itu, perlu namanya sistem kompensasi yang baik. Jangan segan-segan untuk berikan saham kepada karyawan kunci yang anda anggap potensial dan berperan penting dalam perusahaan. Tentu jumlahnya bisa anda sesuaikan juga dangan peran dan tanggung jawab mereka masing-masin. Misalkan seorang CEO yang bertanggung jawab untuk perusahaan anda, tentu memiliki saham yang lebih besar dari manager-manager di bawahnya. Selain memberikan saham secara langsung, anda juga bisa memberikan stock option, yaitu menjual saham yang secata khusus diperuntukkan untk karyawan dengan harga yang telah ditentukan, sehingga ketika value perusahaan telah meningkat, karyawan juga bisa merasakan keutungan dan buah dari kerja keras mereka bersama.

Dengan beberapa strategi tersebut, diharapkan anda bisa bukan hanya menjadi Self employee, melainkan menjalankan bisnis di Kuadran B, atau business owner, sehingga anda mempunyai sistem bisnis pasif yang berjalan otomatis menghasilkan keuntungan untuk anda, dengan atau tanpa anda harus terlibat di dalamnya. Ketika membuat sebuah bisnis, anda harus mendesain ini dari awal, sehingga memudahkan anda di masa depan untuk exit dan melepaskan bisnis ini. Persiapkan perusahan dengan mindset untuk siap dijual, lengkap dengan sistem yang rapi dan SDM yang baik. Dengan demikian, setelah bisnis anda yang satu sudah berhasil, anda dengan mudah menduplikasinya baik ke jenis industri yang sama atau ke industri yang berbeda sekalipun, karena anda sudah mempunyai blueprint yang jelas, sehingga anda bisa memperoleh Multiple Stream of Passive Income yang mengalir terus ke kantong anda, tanpa terikat oleh waktu ataupun lokasi sekalipun.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Gabung menjadi  Priority Investor dan dapatkan informasi bisnis-bisnis pilihan yang siap anda invest, serta Networking bersama Entrepreneur dan Investor lainnya, GRATIS!

 

Cara Mudah meraih Kebebasan Finansial anda Melalui Bisnis Franchise
Featured Posts

Bagaimana Cara Membuat bisnis menjadi Mesin Uang Otomatis untuk Anda, Semakin Sukses dari Hari ke hari, Tanpa anda Harus Terlibat Sekalipun

October 27, 2017

1/1
Please reload

Recent Posts

September 12, 2019

Please reload

Search By Tags