Pasar Sekunder On The Way! 12 Bisnis Siap Kamu Serbu!!

Diperbarui: 21 Jul


Pasar sekunder Periode 1 di tahun ini, platform Securities Crowdfunding Bizhare akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juli - 3 Agustus 2022 pada pukul 09:00 - 16:00 WIB.


Nah, buat kamu yang belum tahu, pasar sekunder itu merupakan layanan untuk jual beli saham dari penerbit yang sudah pernah menerbitkan sahamnya melalui platform Bizhare. Inilah kesempatan kalian untuk menemukan bisnis impian yang sudah lama dinantikan. Total 12 bisnis dari industri retail, jasa, dan F&B bisa kamu beli sahamnya dalam periode yang terbatas ini, jadi jangan sampai ketinggalan ya! Apa aja sih bisnisnya? Yuk, simak artikel ini hingga selesai!


1. Alfamart Perawang

Alfamart yang berada di Riau tepatnya di kabupaten Siak ini memiliki historical data yang positif sepanjang tahun 2021. Omzetnya pun terbilang konsisten di kisaran 400 jutaan rupiah, bahkan sekali menyentuh 700 jutaan dengan rata-rata keuntungan EBITDA 20 jutaan rupiah per bulan.


2. Alfamart MM2100

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, minimarket yang berlokasi di Bekasi ini memiliki pembukuan keuangan yang positif loh. Bahkan omzetnya terbilang cukup konsisten di angka lebih dari 300 juta setiap bulan. Jadi, besar kemungkinan minimarket ini bisa membukukan keuntungan laba dari penjualan di masa depan, seiring dengan omzetnya yang bisa meningkat. Terlebih lagi lokasi outlet ini sangat strategis dengan dikelilingi oleh perumahan padat penduduk dan pabrik - pabrik besar di Bekasi.


3. Alfamart Balai Jaya

Alfamart yang berlokasi di kabupaten Rokan, Riau, memiliki performa yang cukup baik. Dari laporan keuangan sepanjang 2020 hingga Mei 2022 Alfamart Balai Jaya berhasil membukukan keuntungan secara konsisten di setiap bulannya. Mengacu pada EBITDA Alfamart Balai Jaya di laporan keuangan pada tahun 2020 dan 2021, rata-rata keuntungan yang didapat berkisar di angka 26 hingga 27 jutaan tiap bulan. Bahkan untuk periode Januari-Mei 2022 menyentuh angka 37 jutaan setiap bulan secara rata-rata.


4. Alfamart Simpang Segayam

Berada di Kecamatan Kalidoni, Palembang, minimarket ini memiliki performa ciamik. Di sepanjang tahun 2021 Alfamart Simpang Segayam sering memiliki omzet di atas 500 juta rupiah setiap bulannya, pada bulan Februari 2021 saja yang “hanya” menghasilkan omzet 480 jutaan. Oh iya, Alfamart Segayam merupakan Alfamart terbaik lho di Bizhare!!


5. Alfamart Singaraja

Berlokasi di Buleleng Bali. Bila melihat historical data laporan keuangan dari September-Desember 2020 dan sepanjang 2021, minimarket ini berhasil membukukan keuntungan rata-rata di angka 6 jutaan per bulan. Bahkan di Januari-Mei 2022, keuntungan yang dicetak minimarket ini meningkat secara rata-rata di angka 9 jutaan per bulan. Tentu potensi pertumbuhan keuntungan Alfamart Singaraja masih terbuka lebar di masa depan mengingat minimarket ini terus berupaya mengoptimalisasi beragam strategi, seperti mengadakan bazar di akhir pekan, mengikuti promo nasional yang berlangsung, serta dengan giat menawarkan langsung kepada konsumen produk yang sedang promo.


6. Laundry Kliknklin

Laundry Kliknklin hadir dengan dukungan dan layanan digital berbasis web dan aplikasi yang memudahkan konsumen menggunakan jasanya. Salah satu outlet Kliknklin yang berada di Mampang, Jakarta Selatan, akan turut meramaikan pasar sekunder periode ini sebagai salah satu perusahaan yang bisa kamu beli sahamnya. Kalau melihat dari aspek finansialnya, Kliknklin memiliki laporan keuangan yang mengkilap dengan keberhasilannya meraih profit sepanjang Januari-Mei 2022. Bayangkan saja, di outlet Mampang, Jakarta Selatan, Kliknklin berhasil meraih pendapatan lebih dari 90 juta rupiah selama 2021, dengan laba di angka 40 jutaan per tahun. Tentu pencapaian ini bisa dibilang cukup baik, mengingat brand Kliknklin Digital Nusantara ini baru berdiri di tahun 2016. Pada Januari-Mei 2022, Laundry Kliknklin Mampang masih membukukan keuntungan secara rata-rata di angka 2.7 juta per bulan. Dengan semakin kuatnya pengalaman dan harumnya nama Kliknklin secara luas di sektor on-demand services, tidak menutup kemungkinan brand ini punya fundamental bisnis yang kuat di masa depan.


7. Djakarta Cafe Sarinah

Sudah berdiri sejak 2004, restoran yang dulu bernama “OhLala Cafe” ini memiliki ikatan emosional bagi banyak orang yang berkunjung, terutama kamu yang berada di Jakarta. Semenjak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada 2020, industri F&B memang mengalami tantangan yang luar biasa karena banyaknya masyarakat yang memilih beraktivitas dari rumah. Hal ini yang menyebabkan penurunan pendapatan yang tidak hanya dialami Djakarta Cafe Sarinah, namun juga menimpa banyak bisnis F&B yang berada di kawasan perkantoran. Kendati demikian, segala upaya dan strategi yang selama ini dilakukan seperti mengadakan program promo diskon spesial dengan menunjukan kartu vaksin, memberikan loyalty member kepada pelanggan, diskon makanan up to 40% pada platform online seperti Gofood dan Grabfood, mengadakan live music serta Nobar, berhasil mempengaruhi kenaikan omset dan profit yang cukup signifikan di 3 bulan terakhir laporan keuangan 2022. Terlebih, kegiatan masyarakat yang kini mulai kembali beraktivitas di luar rumah atau work from office, membawa angin segar untuk industri F&B terutama bagi Djakarta Cafe Sarinah.


8. Kopi Oey Purwokerto

Brand yang memiliki nama lengkap Kopitiam Oey ini pertama kali didirikan pada tahun 2009 di Jakarta oleh Alm. Bondan Winarno atau yang akrab disapa Bondan Maknyus. Memang hingga saat ini Kopi Oey Purwokerto belum memberikan dividen bagi para pemilik bisnisnya. Namun, dari sisi management Kopi Oey sendiri yakin akan adanya “angin segar” seiring Covid-19 yang tadinya berstatus pandemi mulai ke arah endemi. Kopi Oey Purwokerto juga berencana mengadakan beberapa promosi marketing baik online maupun offline dan ada yang sudah terlaksana di antaranya membuat Event Stand-up Komedi di lokasi, membuat live music, memberikan potongan discount setiap bulannya kepada customer, menerapkan paket coworking space dengan bundling makanan & minuman, memberikan discount makanan dan minuman setiap pembelian di platform online seperti Grabfood dan Gofood yang diharapkan dapat mendongkrang kenaikan omset dan keuntungan. Sehingga pada akhirnya bisa memberikan dividen sesuai dengan harapan para investornya.


9. Let’s Toast Holding

Merupakan bisnis yang menyajikan olahan roti seperti Egg Sandwich dengan berbagai menu isian gitu, duhhh kalau diingat menu-menunya mendadak jadi laper nih hehehe.. Oke skip dulu! yuk mari lanjutkan! By the way, Let’s Toast ini didirikan sama Aditya Manda. Selain punya pengalaman di industri F&B, mereka berdua ini passion banget loh di bidang kuliner. Let’s Toast dalam naungan PT. Roti Indonesia Satu. Bahkan nih, Let’s Toast itu salah satu brand yang jadi bagian dari GK Hebat loh! Buat kamu yang belum tau, GK Hebat itu perusahaan akselerator UMKM milik Kaesang Pangarep yang punya banyak lini bisnis. Kalau melihat dari di laporan keuangan, Let’s Toast ini mencetak keuntungan secara rata-rata dari Januari-Mei 2022. Bahkan omsetnya konsisten di atas 600 jutaan, cenderung bertumbuh, dan sekali menyentuh hampir 800 juta di bulan Maret.


10. Penyetan Cok Festival Mall Kuningan

Bisnis F&B di mana salah satu menu utamanya cukup digemari orang Indonesia, yaitu Nasi Ayam kremes plus sambal. Penyetan Cok merupakan salah satu bisnis yang terdampak wabah Covid-19. Namun, manajemen tetap optimis dan mengadakan berbagai promo marketing baik online maupun offline. Penyetan Cok Festival Mall Kuningan optimis dapat meningkatkan omzet dan memberikan dividen seperti yang diharapkan investornya.


11. Lamak Coffee

Coffee Shop yang didirikan pada 2012 dan dinaungi oleh PT. Lamaknya Berbagi Indonesia sebagai perusahaan holding. Dari aspek finansial, sepanjang Januari-Mei 2020 Lamak Coffee berhasil membukukan keuntungan. Hadir dengan memanfaatkan celah pasar antara Coffee Shop/Restoran/Cafe (Premium Brand) dengan minum-minuman kaki lima. Lamak Coffee cukup jeli melihat peluang dan hadir sebagai Coffee Shop harga terjangkau di kota Padang yang jumlahnya belum banyak. Saat ini Lamak Coffee sudah ada 4 outlet existing yang berlokasi di Padang Sumatera Barat. Lokasi dari Lamak Coffee tersebut berada di lokasi yang sangat strategis karena berada di dekat kampus ternama di Padang seperti BRI Corporate Universitas Padang, Universitas Negeri Padang, dan Stikes Syedza Saintika Padang. Dengan mengusung konsep rasa kualitas yang berkelas dengan harga terjangkau, Lamak Coffee bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat Padang dari segala usia.


12. Sour Sally Green Sedayu Mall

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, sepanjang 2021 Sour Sally Green Sedayu Mall berhasil mencetak nilai penjualan hingga 1.4 M rupiah dengan membukukan laba bersih sebesar 200 jutaan! Sour Sally ini didirikan oleh Donny Pramono pada 2008 dan kini sudah memiliki puluhan cabang tersebar di Indonesia. Buat kamu yang belum tahu, Sour Sally ini adalah salah satu brand yang memperkenalkan yoghurt rendah lemak, jadi sangat disukai masyarakat Indonesia yang memang concern untuk jaga kesehatan tanpa takut kehilangan cita rasa dan kelezatan yoghurt.


Mulai tertarik untuk membeli salah satu bisnis yang mana nih Bizharian? Atau kamu mau borong semuanya? Boleh kok tenang aja!


Well, menarik banget memang bisnis-bisnis di atas! Pasti kamu lagi siap-siap buat beli kan? Buat kamu yang masih sedikit ragu, tenang aja ya! Kamu bisa melakukan transaksi jual beli saham secara aman dan nyaman, karena Bizhare telah bekerjasama dengan KSEI sebagai lembaga penyimpanan saham dan memiliki sistem pasar sekunder yang mudah dimengerti investor, itulah kelebihan dari layanan pasar sekunder Bizhare. Jadi, langsung aja tancap gas ke pasar sekunder sekarang dan memiliki banyak bisnis impian lewat Bizhare. Happy hunting!


Oh iya, kamu bisa pelajari cara Jual Beli sahamnya disini ya!!


Raih Kesuksesan dan Bebas secara Finansial melalui Bisnis Franchise
Gabung menjadi  Investor dan dapatkan informasi bisnis-bisnis pilihan yang siap anda invest, GRATIS!
Popular Posts