Bizhare Headquarter

Jl. Raden Saleh Raya No.46A, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, 10330

WA: 0811-101-430

info@bizhare.id

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • LinkedIn Social Icon

© 2020 Bizhare.id Copyright All Right Reserved

  • bizhare.id

Cara Mengelola Keuangan Pribadi anda sebagai Karyawan atau Pengusaha untuk Bebas Secara Finansial

Updated: 2 days ago


Bayangkan, Seorang karyawan prestasi, bekerja di sebuah perusahaan besar, sebut saja X, memiliki gaji bulanan yang cukup besar untuk mencukupi kebutuhannya, ia juga orang yang rajin menyisihkan uang di rekening tabungannya. Sejak kuliah memang, dia merupakan seorang yang berprestasi dan memiliki skill yang terbukti handal. Untuk itulah, perusahaan tersebut sangat senang memperkerjakannya. Beberapa saat kemudian, tiba saatnya ia untuk menikah, ia membeli sebuah rumah dengan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) untuk keluarga kecil mereka dan mobil untuk keluarga. Satu tahun kemudian, mereka diangugrahi seorang anak. Oleh karena itu, Ia bekerja dengan sangat keras dan rajin, sehingga akhirnya naik jabatan. Beberapa tahun kemudian ketika anak kedua mereka lahir, ia mereka memutuskan untuk mencicil mobil operasional baru, untuk antar anak sekolah, menambah supir, pembantu dan juga membeli rumah yang lebih besar untuk ditinggali. Mereka terus menggunakan hutang untuk keperluan konsumtif mereka. Hingga mereka pensiun dan meninggalkan hutang untuk anak mereka.

Mungkin ketika dengar cerita diatas, secara langsung ataupun tidak langsung, kita pernah berada atau melihat orang di sekitar kita mengalami hal demikian. Fenomena seperti ini sangat umum dan wajar terjadi di kalangan karyawan dan profesional di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Kita diajarkan dan dibentuk oleh lingkungan kita untuk dapat nilai bagus di sekolah, supaya bisa mendapat pekerjaan di perusahaan besar dan aman, memperoleh gaji yang tinggi dan melaksanakan kegiatan profesional sehari-hari dengan baik. Bahkan di era modern seperti sekarang ini banyak orang tua yang sudah merasa lega dan aman ketika anaknya sudah bekerja di perusahaan besar.

Padahal mereka tidak tahu bahwa, jika mereka terlalu sibuk bekerja dan tidak ada waktu untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan diri secara berkala, terutama dalam hal keuangan, ini akan menjadi penyebab kebangkrutan mereka di masa yang akan datang karena gaji mereka tidak lagi bisa mencukupi gaya hidup mereka di masa depan. “Loh, bukannya ia rajin menabung di bank dan menyisihkan gajinya? Lalu yang benar gimana?”. Semakin anda baca artikel ini, semakin anda penasaran kan mengenai strategi apa yang seharusnya dilakukan. Yuk, lanjutkan membaca sampai selesai.

Strategi mudah untuk mengelola keuangan anda, walaupun sambil bekerja sekalipun

Sebenarnya tidak ada yang salah ataupun benar, karena penghasilan dan kekayaan anda berbanding lurus dengan pengetahuan yang anda miliki. Misalnya saja, menabung di bank tentu lebih baik daripada tidak menabung sama sekali, namun tentu lebih menguntungkan jika uang tersebut diletakkan di instrumen yang memiliki bunga/return yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa. Tapi tahukah anda, kalau uang yang anda miliki setiap tahunnya mengalami penurunan nilai atau inflasi? Ya, jika anda hanya menaruh uang tersebut di tabungan, bunga yang anda terima lebih kecil jumlahnya dibandingkan dengan nilai inflasi, oleh karena itu, disaat beberapa tahun kemudian, uang yang tadinya bisa untuk membeli mobil, bisa jadi hanya cukup untuk membeli motor. Maka dari itu, banyak orang yang sudah sadar akan hal ini, anda misalnya, berencana untuk mempunyai pola perencanaan keuangan yang baik dan berinvestasi pada investasi yang lebih menguntungkan, minimal lebih besar daripada nilai inflasi. Lalu pertanyaannya adalah, “Bagaimana caranya ketika saya mau mulai berinvestasi?” Jawabannya, anda harus pertama-tama berinvestasi terlebih dahulu pada pendidikan dan pengetahuan anda. Dengan begitu segala hal yang anda lakukan bisa lebih aman dan terkontrol dibandingkan ketika anda tidak mengerti atau tidak memiliki pengetahuan akan hal tersebut. Berikut ada langkah-langkah yang bisa anda terapkan di dalam perencanaan keuangan anda.

Buatlah alokasi keuangan anda yang terencana

Ketika saya belajar di Singapura mengenai bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, ternyata ada pola mudahnya bagaimana caranya anda bisa melakukan alokasi secara rutin terhadap pemasukan bulanan anda, sehingga anda bisa memperoleh masa depan yang lebih terencana dan aman, daripada hanya bergantung pada uang pensiun anda yang habis dalam waktu cepat. Untuk itu, anda bisa terakan pola di bawah ini :

Pemasukan bulanan / gaji : 100%

  1. FFA (Financial Freedom Account) : 10%

  2. LTSS (Long term Saving for Spending) : 10%

  3. Education : 10%

  4. Play : 10%

  5. Neccesities : 55%

  6. Amal : 5%

Apa itu ? Eits, jangan buru-buru penasaran dan ingin segera terapkan ya, karena anda perlu ketahui dulu detilnya. Berikut penjelasannya :

Financial Freedom Account (FFA) : 10%

Financial freedom account adalah alokasi yang ada siapkan untuk kebebasan finansial anda. Definisi dari kebebasan finansial itu sendiri beraneka ragam, sesuai dengan keinginan anda masing-masing. Namun secara umum, kebebasan finansial itu suatu masa dimana penghasilan pasif/ passive income yang anda miliki, sudah lebih besar daripada pengeluaran anda, walaupun tanpa bekerja sekalipun. Siapa yang tidak mau bukan?

“Lalu, Memangnya bisa dapat income tanpa harus bekerja sekalipun?”, tentu saja bisa! Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya mempunyai rumah kos, bisnis otomatis yang berjalan dengan atau tanpa kita, baik dengan sistem kontrol maupun internet yang berjalan otomatis, dsb. Kita akan mebahas hal tersebut di lain kesempatan ya. Yang terpenting anda sekarang sudah tahu bahwa, cepat atau lambat kita perlu memiliki aset yang menghasilkan uang secara otomatis. Untuk itulah, perlu untuk menyisihkan uang untuk menjadi modal pembelian aset tersebut. FFA ini tidak boleh diambil sama sekali, apapun alasannya. Begitu sudah dapat income dari bunga atau returnnya, tetap harus digulungkan terus. Lebih baik pinjam kepada orang lain, daripada harus mengambil dari simpanan untuk masa depan anda ini.

Long Term Saving for Spending (LTSS) : 10%

Setiap dari kita pasti memiliki kebutuhan jangka panjang, baik itu untuk membeli rumah, mobil, biaya pendidikan anak, dsb. Kebutuhan jangka panjang tersebut tentu tidaklah murah. Untuk itu, perlu disiapkan jauh-jauh hari, sehingga saat dibutuhkan, keperluan tersebut bisa terpenuhi dan dana yang dimiliki cukup. Jangan sampai, uang yang anda miliki, habis untuk keperluan yang tidak terlalu penting, sedangkan ketika anda perlu kebutuhan yang benar-benar penting, anda malah meminjam dari pihak lain.

Education/ Pendidikan tentang keuangan : 10%

Seperti yang sudah kita bahas di beberapa kesempatan dalam artikel ini, sangat penting untuk mengalokasikan waktu, tenaga dan uang untuk meningkatkan pengetahuan anda, terutama dalam hal keuangan. Di sekolah kita diajarkan berbagai macam pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk anda bisa bekerja di dunia nyata untuk mencari uang. Namun, apakah di sekolah diajarkan bagaimana caranya mencari dan mengelola uang? Apakah diajarkan bagaimana caranya untuk menjadi sukses? Rata-rata tidak. Untuk itu, kita perlu insiatif untuk mempelajari hal itu di luar sekolah, misalnya baca buku, ikut seminar gratis/berbayar, acara networking bisnis maupun investasi, atau bahkan Grup diskusi di Facebook atau whatsapp yang bisa anda ikuti secara gratis. Namun, tetap anda perlu alokasikan untuk pendidikan anda, jangan samakan anda dengan orang di luar sana yang bermental gratisan, karena tentu hasil dan kualitas yang anda dapat akan berbeda.

Play/ Bermain : 10%

Walaupun investasi untuk aset penting, tentu kita perlu juga sisihkan untuk bermain dan hiburan, entah secara pribadi ataupun bersama keluarga dan teman-teman. Ini adalah sesuatu yang harus untuk anda lakukan. Secara umum, manusia pasti akan ada kebutuhan atau keinginan untuk bersenang-senang. Jika anda tidak sisihkan untuk hal yang satu ini, bukan tidak mungkin anda bisa mengambil nya dari jatah anda untuk uang yang seharusnya untuk masa depan anda seperti FFA dan LTSS. Gunakan alokasi ini untuk memberikan reward untuk diri anda sendiri, setelah bekerja selama ini, sekaligus menjadi semangat untuk anda bekerja di bulan depan. Alokasi Play ini harus anda habiskan dalam sebulan, atau maksimal 3 bulan, jika memang anda punya sesuatu yang ingin anda lakukan atau beli dengan biaya yang lebih besar. Anda bisa lakukan sesuatu yang unik dan belum pernah anda lakukan, misalnya mendaki ke gunung bersama teman-teman atau berlayar ke pulau terpencil, diving, terjun payung, dsb.

Neccesities/ Kebutuhan sehari-hari : 55%

Yang dimaksud disini adalah pengeluaran sehari-hari anda, seperti makan, minum, transportasi, dll. Biasanya, alokasi untuk Neccesities ini besar ketika sudah berkeluarga. Jika memang kebutuhan sehari-hari anda masih kecil, karena anda masih belum menikah misalnya, anda bisa sisihkan uang tersebut untuk menambah FFA (Financial Freedom Account) anda, supaya bisa lebih cepat mencapai kebebasan finansial anda.

Charity/Amal : 5%

Memang ini adalah hak yang bergantung pada masing-masing orang. Pernahkah anda mendengar pernyataan bahwa, semakin banyak anda memberi, semakin banyak anda menerima? Ya, ketika memberi, anda membuat rasa bahwa anda sudah berkelebihan dan berkecukupan. Perasaan puas dan senang bisa membantu orang lain tersebut, akan mengarahkan anda ke kesuksesan anda yang lebih besar lagi. Walaupun anda ikhlas ketika memberi kepada orang yang membutuhkan, percayalah ada hukum timbal balik yang akan anda terima berkali-kali lipat.

Angka persentase diatas hanyalah berupa sampel atau contoh umum yang diajarkan oleh T Harv Eker, seorang pembicara internasional, yang digunakan oleh orang secara umum. Anda bisa atur sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anda masing-masing. Setiap alokasi tersebut, haruslah memiliki account sendiri-sendiri secara terpisah, baik itu di deposito, tabungan, reksadana, saham, properti, bisnis, komoditi dll. Berbagai jenis aset tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk anda yang ingin Pelajari lebih detil cara bagaimana investasi reksadana dengan mudah dan modal kecil sekalipun, anda bisa download ebooknya sesaat lagi (Coming soon).

Apapun itu, yang penting harus terpisah-pisah, supaya jelas dan terpakai secara tidak sengaja. Dengan begitu, bisa lebih memudahkan dan menjamin alokasinya benar-benar terencana dengan baik.

Langkah-langkah untuk anda Belajar dan Action dengan lebih Cepat

Nah, setelah anda baca sejauh ini, sudah semakin mengerti dan paham bagaimana caranya mengelola uang pemasukan anda, serta mengalokasikan keuangan anda untuk masa depan anda, untuk itu, tidak ada lagi alasan bahwa harus tunggu kaya dulu baru berinvestasi. Justru sebaliknya, ketika anda inginkan masa depan yang berkelimpahan, anda harus mulai sekarang juga. Semakin cepat anda mulai alokasikan uang anda dengan baik, semakin cepat juga anda bisa raih kebebasan finansial anda. Saya tidak tahu, apakah anda seorang staff, supervisor, manager, General manager, atau direktur sekalipun, ketika ada tidak mengelola keuangan anda dengan baik, seberapa banyaknya uang anda, tetap akan habis. Hal itu karena manusia pada dasarnya tidak akan pernah puas dan selalu ingin mendapatkan lebih.

Pesan saya, mulailah hari ini juga. Mulailah dari belajar bagaimana caranya investasi dan pengelolaan keuangan yang baik, pelajari resiko dan bagaimana cara investasi tersebut bekerja. Jangan buru-buru percaya akan sesuatu peluang investasi yang disodorkan kepada anda. Karena sebenarnya resiko paling besar, ketika anda berinvestasi ke sesuatu yang tidak anda mengerti.

Sebenarnya, cara termudah untuk bisa belajar dengan lebih cepat adalah belajar dari orang yang sudah berhasil melakukan apapun yang anda lakukan. “Memangnya mereka mau sharing dengan kita”, Tentu saja! Kebanyakan orang sukses di luar sana, akan sangat senang bila bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada orang lain. Masalahnya, tidak banyak orang yang berani untuk bertanya, karena mental block/ mindset yang takut ditolak. Padahal penolakan itu berarti kurangnya pendekatan. Bayangkan saja, bila seseorang langsung minta tolong kepada anda, padahal baru pertama kali kenal, tentu anda juga akan merasa risih, bukan? Siapkan waktu untuk mengobrol dan bergaul dengan mereka. Datang ke acara yang mereka ikuti, tempat mereka nongkrong dan ikut ke komunitas mereka. Biasanya orang sukses akan bergabung dengan orang sukses lainnya, entah di bidang bisnis, keuangan, investasi atau apapun. Misalnya, Komunitas investor Bizhare ini, dimana kita bisa belajar bersama dengan teman-teman entrepreneur dan investor lainnya, supaya bisa saling membantu dan menambah pengetahuan kita, tanpa harus mengeluarkan biaya apapun.

Sekarang, waktunya bagi anda untuk mulai terapkan apa yang sudah anda ketahui dan pelajari di dalam artikel ini. Anda bisa update progress anda di dalam grup diskusi juga, supaya kita bisa membantu anda untuk berkembang dengan lebih baik lagi. Mantap kan?

#menejemen #keuangan #finansial #investasi #karyawan #alokasikeuangan #kecerdasanfinansial #personalfinance #pengelolaanuang

3,999 views
Tentang Kami
logo Bizhare.PNG

Bizhare.id adalah Platform investasi Equity Crowdfunding yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan.  

 

Kami ingin membantu masyarakat Indonesia untuk dapat bebas finansial. Sebuah perubahan dimulai dari diri sendiri, ayo bergerak belajar bersama dan mulai berinvestasi. 

Raih Kesuksesan dan Bebas secara Finansial melalui Bisnis Franchise
Gabung menjadi  Investor dan dapatkan informasi bisnis-bisnis pilihan yang siap anda invest, GRATIS!
Popular Posts